kosmopolitanisme
/kos.mo.po.li.ta.nis.me/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFilsafatSosiologiPolitikNetral
Ringkasan Makna
Paham atau pandangan bahwa semua manusia adalah bagian dari satu komunitas tunggal yang berdasarkan moralitas yang sama.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kosmopolitanisme adalah sebuah gagasan filosofis dan sosiologis di mana seluruh umat manusia milik satu komunitas yang sama, berdasarkan pada kewarganegaraan global daripada identitas nasional, kesukuan, atau agama tertentu. Seorang kosmopolitan dapat menjadi warga negara dunia yang menghargai keberagaman budaya serta menolak batas-batas eksklusif yang memecah belah manusia.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Kosmopolitanisme mengajarkan kita untuk menghargai budaya lain tanpa harus kehilangan identitas diri.”
→Kosmopolitanisme mengajarkan kita untuk menghargai budaya lain tanpa harus kehilangan identitas diri.
“His vision of cosmopolitanism promotes global solidarity and peace.”
→Visinya tentang kosmopolitanisme mempromosikan solidaritas dan perdamaian global.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Yunani Kuno 'kosmopolitês' (warga dunia), gabungan dari 'kosmos' (dunia/alam semesta) dan 'polites' (warga). Konsep ini pertama kali dikemukakan oleh para filsuf Stoa, seperti Diogenes dan Seneca, yang menyatakan bahwa seseorang menganggap diri mereka sebagai warga dunia.