kuma-kuma
/ku.ma ku.ma/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaBotaniKulinerBumbuTanaman ObatNetral
Ringkasan Makna
Kuma-kuma adalah nama lain dari rempah kunyit atau dalam beberapa konteks merujuk pada tanaman safron.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam kamus dan khazanah bahasa Indonesia, kuma-kuma sering kali merujuk pada tanaman rimpang yang menghasilkan warna kuning (kunyit, Curcuma domestica), tetapi istilah ini juga kerap diserap dari bahasa asing untuk merujuk pada safron (Crocus sativus), rempah termahal di dunia yang berasal dari putik bunga Crocus. Penggunaannya bergantung pada konteks botani tradisional atau perdagangan rempah.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โBumbu tradisional itu menggunakan parutan kunyit atau kuma-kuma untuk memberikan warna kuning alami.โ
โBumbu tradisional itu menggunakan parutan kunyit atau kuma-kuma untuk memberikan warna kuning alami.
โBeberapa resep kuno menyebut rempah kuma-kuma sebagai pewarna dan penambah aroma makanan.โ
โBeberapa resep kuno menyebut rempah kuma-kuma sebagai pewarna dan penambah aroma makanan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'kuma-kuma' diserap dari bahasa daerah atau bahasa Melayu Kuno, yang memiliki akar historis dalam penamaan rempah-rempah rimpang dan pewarna makanan alami di Nusantara serta pengaruh perdagangan kuno.