Marhaen
/mar.ha.en/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPolitikSosiologiSejarah Indonesia
Ringkasan Makna
Istilah yang merujuk pada rakyat kecil atau kaum proletar yang memiliki alat produksi sendiri namun tetap hidup dalam kemiskinan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah ini dipopulerkan oleh Soekarno untuk menyebut kaum tani dan pekerja kecil di Indonesia yang memiliki alat produksi sendiri (seperti cangkul atau tanah kecil) namun hasil produksinya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga mereka tidak memiliki surplus ekonomi. Konsep ini menjadi dasar ideologi Marhaenisme yang bertujuan untuk membebaskan rakyat dari penindasan kolonialisme dan kapitalisme.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โSoekarno memperjuangkan nasib kaum marhaen agar terlepas dari belenggu kemiskinan.โ
โSoekarno fought for the fate of the common people (marhaen) to be free from the shackles of poverty.
โSemangat marhaenisme masih relevan dalam membela hak-hak rakyat kecil.โ
โThe spirit of Marhaenism is still relevant in defending the rights of the common people.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berasal dari nama seorang petani di Bandung bernama Marhaen yang ditemui Soekarno pada tahun 1920-an. Soekarno menggunakan nama tersebut sebagai simbol perjuangan kelas rakyat kecil di Indonesia.