membuka diri
/mษm.bu.ka di.ri/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaUngkapanPsikologiHubungan SosialNetral
Ringkasan Makna
Bersedia mengungkapkan perasaan, pikiran, atau cerita pribadi kepada orang lain, serta mau menerima pandangan atau pengaruh dari luar.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Membuka diri adalah sikap mental atau tindakan sosial di mana seseorang secara sukarela membagikan informasi pribadi seperti perasaan, pengalaman, atau kerentanan emosional kepada orang lain. Dalam psikologi, konsep ini dikenal sebagai keterbukaan diri (self-disclosure) yang krusial untuk membangun keintiman dan kepercayaan dalam hubungan. Selain dalam hubungan personal, istilah ini juga digunakan dalam konteks organisasi atau negara yang bersedia menerima masukan, pembaruan, maupun kerja sama pihak luar.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โDibutuhkan waktu yang cukup lama baginya untuk bisa membuka diri kepada kawan barunya.โ
โDibutuhkan waktu yang cukup lama baginya untuk bisa membuka diri kepada kawan barunya.
โPemimpin yang baik harus berani membuka diri terhadap kritik dan saran dari anggotanya.โ
โPemimpin yang baik harus berani membuka diri terhadap kritik dan saran dari anggotanya.
Asal-usul & Konteks Budaya
Ungkapan ini bersesuaian dengan konsep psikologi modern 'self-disclosure'. Dalam masyarakat Indonesia yang mengedepankan keharmonisan dan norma kesopanan, sikap membuka diri biasanya membutuhkan rasa aman dan tingkat kepercayaan (trust) yang tinggi antarindividu sebelum privasi diungkapkan.