membutuhkan pengamatan mendalam
/mษm.bu.tuh.kan pษ.ลa.ma.tan mษn.da.lam/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaFrasaBakuFormal
Ringkasan Makna
Keadaan di mana suatu masalah, fenomena, atau objek memerlukan proses observasi dan analisis yang saksama, teliti, serta tidak bisa dipahami secara instan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa "membutuhkan pengamatan mendalam" merupakan bentuk gabungan kata yang lazim digunakan dalam konteks akademik, ilmiah, profesional, atau investigatif. Frasa ini menandakan bahwa suatu topik, gejala, data, atau perilaku tidak cukup dinilai dari permukaan saja (superfisial). Diperlukan waktu, perhatian khusus, metode yang tepat, serta ketelitian tinggi agar dapat menarik kesimpulan yang akurat atau memahami akar permasalahan yang sebenarnya.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โFenomena sosial baru ini sangat kompleks dan membutuhkan pengamatan mendalam sebelum kita dapat merumuskan kebijakan yang tepat.โ
โFenomena sosial baru ini sangat kompleks dan membutuhkan pengamatan mendalam sebelum kita dapat merumuskan kebijakan yang tepat.
โKasus korupsi tersebut melibatkan jaringan yang rumit dan membutuhkan pengamatan mendalam dari tim penyidik.โ
โKasus korupsi tersebut melibatkan jaringan yang rumit dan membutuhkan pengamatan mendalam dari tim penyidik.
Asal-usul & Konteks Budaya
Merupakan frasa deskriptif standar dalam bahasa Indonesia baku yang dibentuk dari gabungan kata 'butuh', 'amat', 'tahu' (pengamatan), dan 'dalam'. Tidak memiliki konotasi slang atau budaya pop khusus, melainkan murni frasa fungsional untuk menjelaskan tingkat kerumitan suatu situasi yang menuntut analisis lebih jauh.