menahbiskan
/mə.nah.bis.kan/
🇮🇩Bahasa IndonesiaVerbaAgamaFormal
Ringkasan Makna
Mengangkat atau meresmikan seseorang menjadi pendeta, pemimpin agama, atau memegang jabatan suci tertentu.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'menahbiskan' berasal dari kata dasar 'tahbis', yang berarti peresmian atau pengudusan seseorang untuk memangku jabatan keagamaan seperti pendeta, pastor, atau uskup. Dalam perkembangan penggunaannya, kata ini juga sering digunakan secara figuratif untuk menyatakan pengukuhan, penobatan, atau pernyataan resmi terhadap sesuatu yang dianggap sangat penting, sah, atau mulia.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Uskup Agung memimpin upacara untuk menahbiskan tiga orang imam baru di katedral.”
→Uskup Agung memimpin upacara untuk menahbiskan tiga orang imam baru di katedral.
“Kemenangan gemilang di final malam tadi berhasil menahbiskan tim tersebut sebagai juara dunia.”
→Kemenangan gemilang di final malam tadi berhasil menahbiskan tim tersebut sebagai juara dunia.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Arab 'tahbīs' (تأبيس) atau akar kata terkait pengudusan, yang diserap ke dalam bahasa Indonesia melalui tradisi keagamaan, khususnya Kristen dan Katolik, untuk ritual pengangkatan pelayan Tuhan.