mendimdam
/mษn.dim.dam/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaKata AdjektivaArkaiseKesusastraanNetral
Ringkasan Makna
Merasa bimbang, ragu-ragu, atau gelisah karena ketidakpastian pikiran atau perasaan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Mendimdam merupakan kata klasik (arkais) dalam bahasa Melayu/Indonesia yang menggambarkan kondisi hati atau pikiran yang diselimuti rasa bimbang, ragu-ragu, atau kecemasan mendalam. Istilah ini umumnya dijumpai dalam literatur dan karya sastra lama untuk melukiskan suasana batin seseorang yang sulit mengambil keputusan atau terombang-ambing oleh perasaan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โHatinya mendimdam saat harus memilih antara tetap tinggal atau pergi merantau.โ
โHatinya bimbang saat harus memilih antara tetap tinggal atau pergi merantau.
โBaginda duduk tercengang dengan pikiran yang mendimdam menghadapi ujian itu.โ
โBaginda duduk tercengang dengan pikiran yang ragu dan gelisah menghadapi ujian itu.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kata dasar Melayu klasik 'dimdam' yang bermakna kebimbangan atau keraguan. Penggunaannya tergolong sebagai kata arkais (kuno) yang kini sudah jarang dipakai dalam percakapan sehari-hari dan lebih banyak ditemukan pada hikayat atau naskah sastra Melayu lama.