Mengembalikan kekuasaan
/məŋɛmbalɪkɛn kɛkuaˈsɑn/
🇮🇩Bahasa IndonesiaPolitikKekuasaanPemerintahanNetral
Ringkasan Makna
Mengembalikan kekuasaan berarti mengambil kembali kekuasaan yang telah hilang atau telah digantikan oleh pihak lain.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Mengembalikan kekuasaan adalah proses mengambil kembali kekuasaan yang telah hilang atau telah digantikan oleh pihak lain, biasanya melalui proses demokratis atau konstitusional. Ini dapat terjadi ketika seorang pemimpin atau pemerintahan yang telah digulingkan atau digantikan oleh pihak lain, kemudian kembali ke posisi mereka sebelumnya. Mengembalikan kekuasaan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pemilihan umum, kudeta, atau perubahan konstitusi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Presiden yang digulingkan akhirnya berhasil mengembalikan kekuasaan melalui pemilihan umum.”
→Presiden yang digulingkan akhirnya berhasil mengambil kembali kekuasaan melalui pemilihan umum.
“Pemerintahan yang baru berhasil mengembalikan kekuasaan kepada rakyat melalui reformasi konstitusi.”
→Pemerintahan yang baru berhasil mengambil kembali kekuasaan kepada rakyat melalui reformasi konstitusi.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata ini biasanya digunakan dalam konteks politik dan pemerintahan, terutama dalam situasi di mana kekuasaan telah berganti tangan. Dalam konteks ini, mengembalikan kekuasaan dapat diartikan sebagai proses mengambil kembali kekuasaan yang telah hilang atau telah digantikan oleh pihak lain.