mengembalikan kontrol
/məŋ.ɡəm.ba.li.kan kɔn.trɔl/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFrasaBakuSosial PolitikPsikologi
Ringkasan Makna
Tindakan memulihkan kekuasaan, wewenang, atau kemampuan mengatur atas suatu situasi, sistem, atau diri sendiri kepada pihak yang berhak.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa 'mengembalikan kontrol' merujuk pada proses atau tindakan nyata untuk mengambil alih kembali kendali yang sebelumnya hilang, direbut, atau diserahkan kepada pihak lain. Dalam konteks politik atau manajemen, ini berarti memulihkan kedaulatan atau wewenang pengelolaan kepada pemilik aslinya. Dalam konteks psikologi atau pengembangan diri, istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan upaya seseorang untuk memegang kendali atas emosi, hidup, atau keputusan mereka sendiri setelah mengalami masa-masa sulit atau ketergantungan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Pemerintah berupaya mengembalikan kontrol atas distribusi bahan pokok untuk menstabilkan harga pasar.”
→Pemerintah berupaya memulihkan kendali atas distribusi bahan pokok untuk menstabilkan harga pasar.
“Setelah lama merasa tertekan, ia mulai melakukan meditasi untuk mengembalikan kontrol atas pikirannya.”
→Setelah lama merasa tertekan, ia mulai melakukan meditasi untuk memegang kembali kendali atas pikirannya.
Asal-usul & Konteks Budaya
Frasa ini merupakan gabungan kata dasar 'kembali' (dengan awalan me-kan) dan kata serapan 'kontrol' dari bahasa Belanda 'controle' atau bahasa Inggris 'control'. Penggunaannya sangat fleksibel, sering ditemukan dalam diskursus tata kelola pemerintahan, manajemen perusahaan, hingga wacana kesehatan mental modern.