menguatkan ego
/mษ.ลu.at.kan หe.ษกo/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPsikologiFrasa VerbalPerilaku
Ringkasan Makna
Tindakan atau proses yang mempertebal rasa percaya diri, harga diri, atau kebanggaan seseorang terhadap dirinya sendiri.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa ini merujuk pada upaya sadar maupun tidak sadar untuk memperkokoh konsep diri atau harga diri seseorang. Dalam konteks psikologis, ini bisa berarti memberikan validasi atas kemampuan atau identitas diri agar seseorang merasa lebih berdaya, penting, atau superior. Sering digunakan dalam konteks hubungan sosial, di mana seseorang melakukan sesuatu untuk memuaskan keinginan agar diakui atau dipuji oleh orang lain.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPujian yang berlebihan dari bawahannya justru semakin menguatkan ego sang manajer yang sudah sombong.โ
โExcessive praise from his subordinates only further bolstered the arrogant manager's ego.
โDia membeli mobil mewah itu hanya untuk menguatkan ego dan status sosialnya di depan teman-temannya.โ
โHe bought that luxury car just to boost his ego and social status in front of his friends.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berakar dari konsep psikoanalisis Sigmund Freud mengenai 'ego'. Dalam penggunaan bahasa Indonesia sehari-hari, 'ego' sering diserap untuk merujuk pada rasa bangga atau harga diri (self-esteem). Frasa ini muncul sebagai deskripsi perilaku sosial di mana seseorang mencari pengakuan eksternal untuk merasa lebih baik tentang dirinya sendiri.