mengundurkan tanggung jawab
/məŋ.un.dur.kan taŋ.guŋ dʒa.wab/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFrasaNon-bakuPerilaku
Ringkasan Makna
Tindakan menunda, mengelak, atau menarik diri dari kewajiban atau tanggung jawab yang seharusnya dipenuhi.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa ini merupakan bentuk gabungan yang kurang lazim (non-baku) dalam bahasa Indonesia. Frasa ini biasanya merujuk pada dua kemungkinan makna: pertama, tindakan menunda-nunda pelaksanaan suatu kewajiban (mengundurkan waktu tanggung jawab); kedua, upaya untuk menghindar atau menarik diri dari tugas yang diemban (kontaminasi dari frasa 'mengundurkan diri dari tanggung jawab'). Dalam konteks sosial maupun profesional, tindakan ini umumnya dipandang negatif karena menunjukkan kurangnya komitmen, integritas, atau sikap lari dari kewajiban.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Dia mencoba mengundurkan tanggung jawabnya dalam proyek kelompok dengan alasan sibuk dengan urusan pribadi.”
→Dia mencoba mengelak atau menunda tanggung jawabnya dalam proyek kelompok dengan alasan sibuk dengan urusan pribadi.
“Sebagai seorang pemimpin, sangat tidak etis untuk mengundurkan tanggung jawab ketika tim sedang menghadapi krisis.”
→Sebagai seorang pemimpin, sangat tidak etis untuk menghindar atau menarik diri dari tanggung jawab ketika tim sedang menghadapi krisis.
Asal-usul & Konteks Budaya
Frasa 'mengundurkan tanggung jawab' tidak tercatat sebagai idiom resmi atau baku dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Penggunaannya dalam percakapan sehari-hari kemungkinan besar lahir dari kerancuan (kontaminasi) antara frasa 'mengundurkan diri' (menarik diri/resign) dan kata 'tanggung jawab', atau perluasan makna kata 'mengundurkan' yang berarti menunda (seperti pada 'mengundurkan jadwal'). Dalam budaya masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi gotong royong dan amanah, sikap menghindari tanggung jawab seperti ini dianggap sebagai tindakan yang tidak terpuji.