mengutamakan kebutuhan sosial
/mษล.u.ta.ma.kan kษ.bu.tu.han so.si.al/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaFrasaSosiologiNilai SosialBaku
Ringkasan Makna
Tindakan atau sikap menempatkan kepentingan, kesejahteraan, atau keperluan masyarakat luas di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa 'mengutamakan kebutuhan sosial' merujuk pada prinsip moral, sosial, atau politik yang memprioritaskan aspek kesejahteraan bersama, interaksi komunitas, dan pemenuhan fasilitas publik dibandingkan dengan keuntungan atau ego pribadi. Konsep ini sering digunakan dalam kajian sosiologi, ekonomi kesejahteraan, dan etika moral untuk menggambarkan tindakan individu, organisasi, atau pemerintah yang berfokus pada kebaikan kolektif (common good) demi menciptakan keharmonisan, kesetaraan, dan keadilan di dalam masyarakat.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โDalam merancang tata kota, pemerintah harus mengutamakan kebutuhan sosial seperti ruang terbuka hijau daripada pembangunan pusat perbelanjaan mewah.โ
โIn designing city plans, the government must prioritize social needs such as green open spaces over the construction of luxury shopping centers.
โSikap mengutamakan kebutuhan sosial tercermin saat warga secara sukarela bergotong royong memperbaiki fasilitas umum yang rusak.โ
โThe attitude of prioritizing social needs is reflected when residents voluntarily work together to repair damaged public facilities.
Asal-usul & Konteks Budaya
Dalam konteks budaya Indonesia, konsep mengutamakan kebutuhan sosial sangat erat kaitannya dengan nilai luhur 'gotong royong' dan pengamalan sila kelima Pancasila, yaitu 'Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia'. Masyarakat Indonesia secara tradisional menganut sistem nilai kolektivitas, di mana keharmonisan hubungan sosial dan kesejahteraan komunitas dianggap lebih utama daripada pencapaian atau kepemilikan individual.