menyunatkan fitnah
/mən.ju.nat.kan fit.nah/
🇮🇩Bahasa IndonesiaIdiomBahasa IndonesiaInformalHumor
Ringkasan Makna
Sebuah ungkapan metaforis tidak baku dalam bahasa Indonesia yang berarti mengurangi, meredakan, atau meredam desas-desus, gosip, atau kabar bohong agar tidak semakin membesar.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa "menyunatkan fitnah" menggabungkan kata "menyunatkan" (bentuk turunan dari sunat, yang dalam praktiknya berarti memotong atau mengurangi sebagian) dengan "fitnah" (tuduhan bohong atau kabar burung yang disebarkan). Secara harfiah tentu tidak masuk akal karena fitnah bukanlah objek fisik yang dapat disunat, melainkan sebuah bentuk idiom atau plesetan kreatif yang digunakan secara informal—terutama dalam percakapan santai atau humor—untuk menggambarkan upaya menghentikan, meredam, atau memotong penyebaran informasi palsu sebelum dampaknya meluas.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Lebih baik kita adakan klarifikasi sekarang supaya bisa menyunatkan fitnah yang sedang beredar di kantor.”
→Lebih baik kita adakan klarifikasi sekarang supaya bisa meredam desas-desus yang sedang beredar di kantor.
“Tindakan cepat kepala desa berhasil menyunatkan fitnah yang hampir memecah belah warga.”
→Tindakan cepat kepala desa berhasil meredam kabar bohong yang hampir memecah belah warga.
Asal-usul & Konteks Budaya
Frasa ini merupakan bentuk pelesetan kreatif atau idiom lelucon khas masyarakat Indonesia yang memadukan istilah keagamaan/tradisi (sunat) dengan situasi sosial (fitnah). Ungkapan ini tidak terdaftar dalam kamus resmi seperti KBBI, melainkan lahir dari kreativitas berbahasa lisan di tengah masyarakat untuk memberikan efek dramatis atau humoris saat membahas upaya meredakan gosip.