mubazir
/muba.zir/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaBakuAdjektivaAgama
Ringkasan Makna
Sia-sia, terbuang percuma, atau tidak berguna karena melebihi kebutuhan yang wajar.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'mubazir' berasal dari bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan suatu perbuatan, penggunaan barang, makanan, waktu, atau tenaga yang berlebihan sehingga sebagian atau seluruhnya menjadi terbuang percuma dan tidak memberikan manfaat yang optimal. Dalam konteks ajaran agama (khususnya Islam), perbuatan mubazir sering kali dikaitkan dengan perilaku yang tidak disukai karena menyerupai sifat setan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โJangan mengambil makanan terlalu banyak jika tidak sanggup menghabiskannya agar tidak mubazir.โ
โJangan mengambil makanan terlalu banyak jika tidak sanggup menghabiskannya agar tidak terbuang percuma.
โMembeli barang-barang yang tidak pernah dipakai adalah tindakan yang mubazir.โ
โMembeli barang-barang yang tidak pernah dipakai adalah tindakan yang sia-sia.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata ini diserap dari bahasa Arab 'mubazzir' (ู ุจุฐุฑ), yang secara etimologis berarti orang-orang yang melakukan pemborosan atau menyia-nyiakan harta. Di Indonesia, kata ini sangat lekat dengan nasihat moral dan keagamaan untuk hidup sederhana serta tidak berlebihan dalam menggunakan sumber daya.