munggah
/muล.ษกah/
๐ฎ๐ฉBahasa JawaJawaTradisiBudayaReligiNetral
Ringkasan Makna
Tradisi masyarakat Jawa untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan yang biasanya dilakukan dengan ziarah kubur atau makan bersama.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'munggah' berasal dari bahasa Jawa yang secara harfiah berarti 'naik'. Dalam konteks budaya dan tradisi masyarakat Jawa, istilah ini merujuk pada rangkaian kegiatan menyambut datangnya bulan Ramadhan. Tradisi ini sering kali diasosiasikan dengan 'munggahan' (dalam masyarakat Sunda) atau kegiatan 'unggah-unggahan' yang menandai peralihan ke bulan suci, yang kerap diisi dengan ziarah ke makam leluhur (nyekar), membersihkan diri, serta berkumpul bersama keluarga untuk makan bersama sebagai wujud rasa syukur dan silaturahmi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โSaben menjelang sasi Pasa, warga ing desa kene padha nindakake tradisi munggah.โ
โSetiap menjelang bulan Puasa, warga di desa sini melakukan tradisi munggah.
โKeluarga besar pak lurah nganjurnyaake acara munggah ing kuburan leluhur.โ
โKeluarga besar pak lurah mengadakan acara munggah di makam leluhur.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kosakata bahasa Jawa Kuno/Jawa Ngoko 'munggah' (naik), yang mengalami pergeseran makna kultural menjadi sebuah penamaan tradisi komunal menjelang bulan Ramadhan, menyimbolkan peningkatan derajat spiritual atau naiknya bulan puasa.