Nachbesserung
/ˈnaːxˌbɛsəʁʊŋ/
🇩🇪Bahasa JermanHukumBisnisKontrakNetral
Ringkasan Makna
Hak atau kewajiban untuk melakukan perbaikan, penyempurnaan, atau revisi atas cacat dalam suatu pekerjaan atau barang yang telah diserahkan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam hukum perdata Jerman (Bürgerliches Gesetzbuch / BGB), Nachbesserung merujuk pada pemenuhan susulan (subsequent performance) di mana penjual atau kontraktor wajib memperbaiki cacat pada barang atau jasa yang telah dikirimkan tanpa mengenakan biaya tambahan kepada pembeli. Istilah ini sering ditemukan dalam kontrak komersial, hukum konstruksi, dan undang-undang perlindungan konsumen.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Der Käufer hat das Recht auf Nachbesserung, wenn die gelieferte Ware Mängel aufweist.”
→Pembeli memiliki hak untuk perbaikan jika barang yang dikirimkan menunjukkan cacat.
“Die Firma bot eine schnelle Nachbesserung des Fehlers an.”
→Perusahaan tersebut menawarkan perbaikan cepat atas kesalahan tersebut.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman, gabungan dari kata depan 'nach' (setelah/susulan) dan kata benda 'Besserung' (perbaikan atau pemulihan), yang merupakan konsep penting dalam hukum kontrak Jerman (Gewährleistungsrecht).