nyai
/หษฒai/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiasapaansejarahbudayanusantaraNetral
Ringkasan Makna
Sapaan kehormatan bagi perempuan lanjut usia atau sebutan historis untuk wanita pribumi yang menjadi istri atau selir pria Eropa pada masa kolonial.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'nyai' memiliki dua konteks utama dalam sejarah dan budaya Indonesia. Pertama, digunakan sebagai sapaan hormat atau panggilan akrab untuk perempuan yang sudah tua atau dituakan dalam masyarakat Sunda dan Jawa. Kedua, dalam konteks sejarah kolonial Hindia Belanda, 'Nyai' adalah sebutan bagi perempuan pribumi yang tinggal bersama dan mendampingi pria Eropa (seperti tentara atau pejabat kolonial) tanpa ikatan pernikahan resmi secara hukum gereja Eropa, namun bertindak sebagai pengurus rumah tangga sekaligus istri tidak resmi.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โMasyarakat setempat sangat menghormati nasihat dari Nyai Wardah.โ
โMasyarakat setempat sangat menghormati nasihat dari Nyai Wardah.
โDalam novel Pramoedya, karakter Nyai Ontosoroh digambarkan sebagai perempuan yang cerdas dan mandiri.โ
โDalam novel Pramoedya, karakter Nyai Ontosoroh digambarkan sebagai perempuan yang cerdas dan mandiri.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Sunda dan Jawa kuno sebagai bentuk penghormatan kepada wanita. Pada masa kolonial, istilah ini berkembang khusus untuk menyebut gundik atau istri non-resmi orang Eropa (concubine), yang kemudian diabadikan dalam berbagai karya sastra sejarah.