output ekonomi yang tinggi
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaEkonomiPerekonomianIndikatorNetral
Ringkasan Makna
Indikator keberhasilan suatu negara dalam menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Output ekonomi yang tinggi merupakan kondisi di mana suatu negara atau wilayah memiliki tingkat produksi dan penjualan barang dan jasa yang tinggi. Ini dapat diukur melalui berbagai indikator, seperti Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi, dan tingkat pengangguran. Output ekonomi yang tinggi biasanya diiringi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti peningkatan pendapatan, akses ke layanan kesehatan dan pendidikan, serta peningkatan kualitas hidup. Namun, perlu diingat bahwa output ekonomi yang tinggi tidak selalu berarti bahwa keadilan sosial dan distribusi kekayaan telah tercapai.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โNegara A memiliki output ekonomi yang tinggi karena investasi besar-besaran di sektor manufaktur.โ
โNegara A memiliki output ekonomi yang tinggi karena investasi besar-besaran di sektor manufaktur.
โPeningkatan output ekonomi yang tinggi di negara B telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat pengangguran.โ
โPeningkatan output ekonomi yang tinggi di negara B telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat pengangguran.
Asal-usul & Konteks Budaya
Konsep output ekonomi yang tinggi telah menjadi fokus perhatian ekonomi internasional sejak tahun 1950-an, ketika teori ekonomi modern mulai berkembang. Pada saat itu, para ekonom seperti Simon Kuznets dan Milton Friedman mulai mengembangkan konsep PDB sebagai indikator keberhasilan ekonomi. Sejak itu, output ekonomi yang tinggi telah menjadi tujuan utama banyak negara dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.