pantun
/pan.tun/
🇮🇩Bahasa IndonesiaSastraPuisiBudayaTradisionalNetral
Ringkasan Makna
Bentuk puisi lama Melayu yang terdiri atas sampiran dan isi dengan bersajak a-b-a-b.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal di Nusantara, khususnya dalam rumpun bahasa Melayu. Setiap bait biasanya terdiri atas empat baris, di mana dua baris pertama disebut sampiran (biasanya berkaitan dengan alam atau suasana) dan dua baris terakhir merupakan isi yang menyampaikan maksud atau pesan utama. Pantun terikat oleh aturan rima (umumnya a-b-a-b) dan jumlah suku kata.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Burung pipit terbang ke ladang, hinggap sebentar di pohon mangga. Mari kita rajin sembahyang, agar hidup masuk ke sorga.”
→Burung pipit terbang ke ladang, hinggap sebentar di pohon mangga. Mari kita rajin sembahyang, agar hidup masuk ke surga.
“Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan. Tuntutlah ilmu sungguh-sungguh, untuk bekal masa depan.”
→Anak ayam turun sepuluh, mati satu tinggal sembilan. Tuntutlah ilmu sungguh-sungguh, untuk bekal masa depan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata 'pantun' berasal dari akar kata Melayu kuno yang berarti penuntun atau pengatur, yang merujuk pada fungsi asalnya sebagai alat komunikasi lisan untuk menyampaikan nasihat, sindiran, atau hiburan secara santun.