paradoks upah
/paˈradɔks ˈʊpah/
🇮🇩Bahasa Indonesiaekonomiistilah teknisketenagakerjaanNetral
Ringkasan Makna
Fenomena ekonomi ketika kenaikan upah buruh tidak selalu menurunkan kesempatan kerja secara drastis seperti yang diprediksi oleh teori ekonomi konvensional.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Paradoks upah adalah konsep dalam ekonomi tenaga kerja yang menantang pandangan klasik bahwa kenaikan upah minimum pasti akan selalu menyebabkan peningkatan pengangguran yang signifikan. Dalam praktiknya, upah yang lebih tinggi dapat meningkatkan produktivitas pekerja, mengurangi tingkat perpindahan karyawan (turnover), dan mendongkrak daya beli masyarakat, yang pada gilirannya dapat menjaga atau bahkan memperluas permintaan agregat di pasar.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“The wage paradox shows that higher minimum wages do not necessarily lead to immediate job losses.”
→Paradoks upah menunjukkan bahwa upah minimum yang lebih tinggi tidak selalu berakibat pada hilangnya pekerjaan seketika.
“Kebijakan kenaikan gaji tersebut memicu perdebatan mengenai teori paradoks upah di kalangan ekonom.”
→Kebijakan kenaikan gaji tersebut memicu perdebatan mengenai teori paradoks upah di kalangan ekonom.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berkembang dari perdebatan literatur ekonomi tenaga kerja empiris, khususnya temuan dari ekonom seperti David Card dan Alan Krueger yang menentang model penawaran-permintaan konvensional pasar tenaga kerja.