parestesia
/pa.res.te.si.a/
🇮🇩Bahasa IndonesiaKedokteranNeurologiKesehatanNetral
Ringkasan Makna
Sensasi kesemutan, mati rasa, tertusuk-tusuk jarum, atau terbakar pada kulit yang biasanya terjadi tanpa penyebab fisik yang jelas.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Parestesia adalah kondisi medis yang ditunjukkan dengan sensasi abnormal pada kulit, seperti kesemutan, rasa gatal, tertusuk jarum, mati rasa, atau sensasi terbakar. Kondisi ini umumnya terjadi pada tangan, kaki, lengan, atau tungkai. Parestesia dapat bersifat sementara—biasanya akibat tekanan pada saraf (misalnya saat kaki atau tangan tertindih)—atau bersifat kronis yang menandakan adanya gangguan pada sistem saraf pusat atau perifer, seperti neuropati perifer.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“She experienced paresthesia in her fingers after sitting in an awkward position for a long time.”
→Dia mengalami parestesia di jari-jarinya setelah duduk dalam posisi yang canggung untuk waktu yang lama.
“Diabetes kronis dapat menyebabkan parestesia pada bagian kaki dan tangan penderitanya.”
→Diabetes kronis dapat menyebabkan parestesia pada bagian kaki dan tangan penderitanya.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Yunani modern 'para-' (di samping/abnormal) dan 'aisthesis' (sensasi atau perasaan). Istilah ini diadopsi dalam dunia kedokteran untuk mendeskripsikan gangguan sensasi sensorik.