paro
/pa.ro/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaBahasa IndonesiaEkonomiPertanianNetral
Ringkasan Makna
Sistem bagi hasil dalam pertanian di mana pemilik lahan dan penggarap membagi hasil panen sama rata (setengah-setengah).
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Paro berasal dari kata 'paruh' yang berarti setengah. Dalam konteks agraris di Indonesia, sistem paro adalah perjanjian kerja sama antara pemilik tanah dan penggarap lahan dengan pembagian hasil panen sebesar 50% untuk masing-masing pihak. Sistem ini sering ditemukan dalam pola bagi hasil tradisional di pedesaan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPetani itu menggarap sawah milik tetangganya dengan sistem paro.โ
โPetani itu menggarap sawah milik tetangganya dengan sistem bagi hasil setengah-setengah.
โHasil panen padi tahun ini dibagi secara paro antara pemilik lahan dan penggarap.โ
โHasil panen padi tahun ini dibagi sama rata antara pemilik lahan dan penggarap.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Melayu/Indonesia 'paruh' yang mengalami peluluhan fonetis menjadi 'paro'. Istilah ini sangat lekat dengan tradisi hukum adat dan ekonomi agraris di Indonesia.