Pasifisme
/pasifisme/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaFilosofiPolitikEtika
Ringkasan Makna
Ajaran atau sikap yang menolak menggunakan kekerasan atau agresi dalam menyelesaikan konflik atau mempertahankan hak-hak sendiri.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Pasifisme adalah ajaran atau sikap yang menolak menggunakan kekerasan atau agresi dalam menyelesaikan konflik atau mempertahankan hak-hak sendiri. Pasifisme tidak berarti kelemahan atau ketidakberdayaan, melainkan keberanian dan kebijaksanaan dalam menghadapi situasi yang sulit. Pasifisme dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti politik, sosial, dan pribadi. Dalam konteks politik, pasifisme dapat berarti menolak untuk menggunakan kekerasan atau agresi dalam menyelesaikan konflik, seperti perang atau demonstrasi yang agresif. Dalam konteks sosial, pasifisme dapat berarti menolak untuk mengambil bagian dalam kekerasan atau agresi terhadap orang lain, seperti kekerasan terhadap minoritas atau kelompok yang lemah. Dalam konteks pribadi, pasifisme dapat berarti menolak untuk menggunakan kekerasan atau agresi dalam menyelesaikan masalah pribadi, seperti menolak untuk menggunakan kekerasan dalam hubungan asmara atau menolak untuk mengambil bagian dalam konflik dengan orang lain.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โDia adalah seorang pasifis yang menolak untuk menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan konflik.โ
โDia adalah seorang yang tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan konflik.
โPasifisme adalah cara yang bijak dalam menghadapi situasi yang sulit.โ
โPasifisme adalah cara yang bijak dalam menghadapi situasi yang sulit.
Asal-usul & Konteks Budaya
Pasifisme memiliki sejarah yang panjang dan kompleks, mulai dari ajaran Buddha yang menekankan kebijaksanaan dan keberanian dalam menghadapi situasi yang sulit, hingga gerakan pasifisme modern yang muncul pada abad ke-19 di Eropa. Pasifisme telah diterapkan dalam berbagai konteks, seperti politik, sosial, dan pribadi, dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang.