pengekor
/pษ.ลษ.kษr/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaKata BendaBahasa IndonesiaKiasanSosialNetral
Ringkasan Makna
Orang atau pihak yang suka mengikuti, meniru, atau mengekor tindakan, gaya, atau pemikiran orang lain tanpa memiliki pendirian sendiri.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Secara harfiah, 'pengekor' merujuk pada sesuatu yang berada di belakang atau mengikuti ekor. Dalam penggunaan figuratif, kata ini memiliki konotasi peyoratif untuk menggambarkan seseorang yang kurang memiliki orisinalitas, gagasan sendiri, atau keberanian mengambil keputusan secara mandiri, sehingga hanya mengekor (meniru) pihak lain. Dalam konteks strategi bisnis, istilah ini juga dapat merujuk pada perusahaan (market follower) yang memasuki pasar dengan meniru produk atau strategi pesaing utama (pionir).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โSebagai seorang seniman, ia enggan menjadi pengekor dan selalu berusaha menciptakan karya yang orisinal.โ
โAs an artist, he is reluctant to be an imitator and always tries to create original works.
โPerusahaan itu hanya menjadi pengekor tren tanpa pernah meluncurkan inovasi baru.โ
โThat company merely acts as a trend follower without ever launching new innovations.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kata dasar 'ekor' (bagian belakang tubuh hewan) yang mendapat imbuhan 'pe-' untuk menyatakan pelaku. Ungkapan ini lahir dari analogi hewan yang berjalan mengekor atau mengikuti bagian ekor hewan di depannya, melambangkan kepasifan dan ketidakmampuan untuk memimpin.