penggunaan sumber daya yang berlebihan
/pəŋ.ɡu.na.an sum.bər da.ja jaŋ bər.lɛ.bih.an/
🇮🇩Bahasa IndonesiaLingkunganEkonomiSosiologiNetral
Ringkasan Makna
Tindakan mengonsumsi atau memanfaatkan aset alam, energi, atau material melampaui kapasitas regenerasi atau kebutuhan yang wajar.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah ini merujuk pada praktik konsumsi yang tidak berkelanjutan di mana laju pengambilan sumber daya (seperti air, bahan bakar fosil, mineral, atau lahan) melebihi kemampuan alam untuk memulihkan diri atau melebihi kebutuhan esensial manusia. Dalam konteks ekonomi dan lingkungan, ini sering dikaitkan dengan konsep 'overshoot' atau jejak ekologis yang terlalu besar, yang dapat menyebabkan kelangkaan, kerusakan ekosistem, dan ketidakadilan distribusi sumber daya bagi generasi mendatang.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Penggunaan sumber daya yang berlebihan di sektor industri dapat mempercepat degradasi lingkungan.”
→Excessive resource consumption in the industrial sector can accelerate environmental degradation.
“Kita harus mengurangi penggunaan sumber daya yang berlebihan agar bumi tetap layak huni.”
→We must reduce excessive resource consumption so that the earth remains habitable.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan terminologi standar dalam diskursus pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan ekologi. Konsep ini mulai mengemuka secara global sejak laporan 'Limits to Growth' oleh Club of Rome pada tahun 1972, yang menyoroti dampak pertumbuhan populasi dan konsumsi terhadap keterbatasan sumber daya bumi.