penghasilan konsumtif
/pษล.ha.si.lan kษn.sum.tif/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaEkonomiKeuanganBakuNomina
Ringkasan Makna
Pendapatan atau uang yang diperoleh seseorang dan langsung dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, keinginan, atau gaya hidup tanpa disisihkan untuk ditabung atau diinvestasikan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Penghasilan konsumtif merujuk pada pola atau hasil penerimaan uang yang sifatnya habis dipakai untuk membeli barang atau jasa yang habis dalam sekali pakai atau mengalami depresiasi nilai dengan cepat (barang konsumtif). Istilah ini sering digunakan dalam analisis keuangan pribadi untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang tidak memiliki alokasi dana untuk tabungan, dana darurat, atau investasi dari pendapatan yang mereka terima.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โSebagian besar penghasilan konsumtifnya habis untuk mengikuti tren mode dan makan di restoran mewah setiap akhir pekan.โ
โSebagian besar pendapatan konsumtifnya habis untuk mengikuti tren mode dan makan di restoran mewah setiap akhir pekan.
โPenyuluh keuangan menyarankan agar kita tidak mengandalkan penghasilan semata-mata untuk kebutuhan konsumtif, melainkan mulai menyisihkan untuk investasi.โ
โPenyuluh keuangan menyarankan agar kita tidak mengandalkan penghasilan semata-mata untuk kebutuhan konsumtif, melainkan mulai menyisihkan untuk investasi.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini terbentuk dari gabungan kata 'penghasilan' (pendapatan) dan 'konsumtif' (bersifat konsumsi). Dalam sosiologi ekonomi dan literasi keuangan di Indonesia, istilah ini sering dikaitkan dengan fenomena masyarakat modern atau kelas menengah urban yang memiliki kecenderungan belanja yang tinggi (hedoisme finansial).