KamusLengkap.com

penghitungan hasil pemilu yang tidak adil

/pəŋ.hi.tu.ŋan ha.sil pə.mi.lu jaŋ ti.daʔ a.dil/
🇮🇩Bahasa IndonesiaPolitikPemiluHukumFrasa
Ringkasan Makna

Proses penghitungan suara dalam pemilihan umum yang dilakukan secara curang, memihak, atau tidak transparan sehingga menguntungkan pihak tertentu.

Penjelasan & Konteks Penggunaan

Frasa ini merujuk pada manipulasi atau penyimpangan dalam proses rekapitulasi dan penghitungan suara setelah pemungutan suara dalam pemilihan umum (pemilu). Ketidakadilan ini dapat berupa penggelembungan suara (vote inflation), pengurangan suara lawan, manipulasi data digital pada sistem informasi rekapitulasi, intimidasi terhadap saksi, hingga penghilangan kotak suara. Praktik ini mencederai prinsip demokrasi, asas pemilu yang jujur dan adil (jurdil), serta dapat memicu sengketa hasil pemilu di lembaga peradilan seperti Mahkamah Konstitusi.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

“Masyarakat menuntut transparansi penuh untuk menghindari penghitungan hasil pemilu yang tidak adil.”
→The public demands full transparency to avoid an unfair counting of election results.
“Saksi dari berbagai partai politik mengawasi rapat pleno guna mencegah penghitungan hasil pemilu yang tidak adil.”
→Witnesses from various political parties monitor the plenary meeting to prevent unfair counting of election results.

Asal-usul & Konteks Budaya

Dalam konteks politik di Indonesia dan berbagai negara demokrasi, isu penghitungan suara yang tidak adil sering kali menjadi titik krusial yang memicu ketegangan sosial dan politik pasca-pemilu. Istilah ini sering mencuat selama masa rekapitulasi suara berjenjang oleh komisi pemilihan umum (seperti KPU di Indonesia) dan biasanya menjadi dasar pengajuan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi.

Cari Kata atau Istilah Lainnya