penumpukan stok
/pə.num.pu.kan stɔk/
🇮🇩Bahasa IndonesiaEkonomiManajemenBisnis
Ringkasan Makna
Kondisi di mana jumlah persediaan barang dalam gudang atau inventaris melebihi kebutuhan atau permintaan pasar.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Penumpukan stok, atau sering disebut sebagai 'overstock', adalah situasi dalam manajemen rantai pasok di mana perusahaan menyimpan barang dalam jumlah yang terlalu banyak dibandingkan dengan tingkat penjualan atau permintaan konsumen. Hal ini dapat disebabkan oleh kesalahan dalam peramalan permintaan (forecasting), penurunan minat pasar yang tiba-tiba, atau strategi pembelian yang tidak efisien. Penumpukan stok berdampak negatif pada arus kas karena modal tertahan pada barang yang tidak terjual, serta meningkatkan biaya penyimpanan dan risiko kerusakan barang.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Perusahaan mengalami kerugian karena penumpukan stok barang elektronik yang sudah ketinggalan zaman.”
→The company suffered losses due to the overstocking of outdated electronic goods.
“Manajer gudang harus segera melakukan diskon besar-besaran untuk mengurangi penumpukan stok di akhir tahun.”
→The warehouse manager must immediately implement massive discounts to reduce the stock buildup at the end of the year.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan istilah teknis dalam bidang manajemen operasional dan akuntansi bisnis. Tidak memiliki asal-usul budaya spesifik, melainkan berkembang seiring dengan modernisasi sistem manajemen inventaris di dunia industri.