penurunan konflik
/pษ.nu.ru.nan kon.flik/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaSosiologiPolitikResolusi KonflikBaku
Ringkasan Makna
Proses, tindakan, atau keadaan berkurangnya intensitas, ketegangan, atau kekerasan dalam suatu pertikaian atau perselisihan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Penurunan konflik (sering disebut sebagai de-eskalasi) adalah fase atau upaya sistematis untuk meredakan ketegangan antara pihak-pihak yang bertikai. Penurunan ini dapat terjadi secara alami karena kejenuhan pihak-pihak yang terlibat, atau diupayakan secara sengaja melalui berbagai instrumen seperti diplomasi, mediasi, negosiasi, gencatan senjata, dan intervensi pihak ketiga. Konsep ini sangat penting dalam studi perdamaian karena menjadi jembatan krusial sebelum tercapainya resolusi konflik yang permanen.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โKehadiran tokoh masyarakat setempat membawa dampak positif bagi penurunan konflik antarwarga.โ
โThe presence of local community leaders brought a positive impact on the reduction of conflict among residents.
โPemerintah mengupayakan penurunan konflik bersenjata melalui jalur dialog damai.โ
โThe government is seeking a reduction in armed conflict through peaceful dialogue channels.
Asal-usul & Konteks Budaya
Dalam konteks sosial-politik di Indonesia, istilah ini sering digunakan dalam kajian sosiologi, penanganan konflik horizontal (seperti konflik antarsuku atau antar-desa), serta hubungan industrial antara buruh dan pengusaha. Pendekatan penurunan konflik di Indonesia secara kultural sangat mengedepankan prinsip musyawarah, mufakat, dan gotong royong untuk memulihkan harmoni sosial.