penyimpangan minor
/pə.nyiɱ.pa.ŋan mi.nor/
🇮🇩Bahasa IndonesiaBakuFrasaSosiologiHukum
Ringkasan Makna
Penyimpangan sosial atau pelanggaran yang bersifat kecil, ringan, dan tidak menimbulkan ancaman besar bagi tatanan masyarakat.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Penyimpangan minor adalah istilah yang sering digunakan dalam sosiologi, kriminologi, atau konteks administratif untuk merujuk pada tindakan menyimpang dari norma atau aturan yang dampaknya sangat kecil atau tidak signifikan terhadap stabilitas sosial secara keseluruhan. Contoh penyimpangan minor meliputi pelanggaran tata tertib ringan di sekolah, ketidaksiplipinan kecil dalam berlalu lintas (seperti tidak menyalakan lampu sein), atau pelanggaran norma kesopanan yang tidak merugikan pihak lain secara material. Tindakan ini biasanya hanya mendapatkan sanksi sosial yang ringan atau teguran lisan, berbeda dengan penyimpangan mayor (berat) yang berkonsekuensi hukum serius.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Petugas keamanan menegur siswa tersebut karena melakukan penyimpangan minor berupa keterlambatan datang ke sekolah.”
→Petugas keamanan menegur siswa tersebut karena melakukan penyimpangan minor berupa keterlambatan datang ke sekolah.
“Pelanggaran administratif semacam itu dikategorikan sebagai penyimpangan minor yang dapat diselesaikan dengan peringatan tertulis.”
→Pelanggaran administratif semacam itu dikategorikan sebagai penyimpangan minor yang dapat diselesaikan dengan peringatan tertulis.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan adopsi dan terjemahan konseptual dari sosiologi barat (minor deviance) yang diserap ke dalam bahasa Indonesia baku untuk membedakan tingkat keparahan suatu bentuk pelanggaran norma atau hukum di tengah masyarakat.