perangkat lunak yang tidak rentan
pə.raŋ.kat lu.nak jaŋ ti.dak rɛn.tan
🇮🇩Bahasa IndonesiaTeknologi InformasiKeamanan SiberIstilah Teknis
Ringkasan Makna
Istilah yang merujuk pada perangkat lunak yang dirancang dengan tingkat keamanan tinggi sehingga tidak memiliki celah keamanan yang dapat dieksploitasi.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam dunia keamanan siber, istilah ini merujuk pada perangkat lunak yang telah melalui proses pengembangan yang aman (secure software development lifecycle), pengujian penetrasi yang ketat, dan pembaruan rutin sehingga meminimalisir atau menghilangkan kerentanan (vulnerabilities) seperti bug, celah injeksi, atau kelemahan logika yang bisa dimanfaatkan oleh peretas. Secara praktis, tidak ada perangkat lunak yang 100% kebal, sehingga istilah ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan perangkat lunak dengan tingkat ketahanan (resilience) yang sangat tinggi terhadap serangan siber.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Pengembang harus memastikan bahwa aplikasi perbankan ini menjadi perangkat lunak yang tidak rentan terhadap serangan SQL injection.”
→Developers must ensure that this banking application becomes software that is not vulnerable to SQL injection attacks.
“Menciptakan perangkat lunak yang tidak rentan memerlukan audit keamanan yang dilakukan secara berkala oleh pihak ketiga.”
→Creating software that is not vulnerable requires security audits conducted periodically by third parties.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini muncul seiring dengan meningkatnya ancaman siber global. Dalam industri IT, konsep 'tidak rentan' sering dikaitkan dengan prinsip 'Secure by Design', di mana keamanan menjadi prioritas utama sejak tahap perancangan kode, bukan sekadar tambahan setelah aplikasi selesai dibuat.