perkuatan lereng
/pษr.ku.at.an lษ.rษล/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaTeknik SipilGeoteknikIstilah TeknisNetral
Ringkasan Makna
Metode atau struktur rekayasa geoteknik yang dirancang untuk meningkatkan stabilitas tanah atau batuan pada area miring guna mencegah kelongsoran.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Perkuatan lereng merujuk pada rangkaian teknik dalam ilmu geoteknik dan teknik sipil yang bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan daya dukung serta kestabilan lereng, baik lereng alami maupun buatan. Metode ini mencakup penggunaan struktur penahan (seperti dinding penahan tanah, gabion, atau turap), penulangan tanah (seperti soil nailing, geogrid, dan jangkar tanah), hingga aplikasi biorekayasa vegetasi. Tindakan ini sangat vital pada pemeliharaan infrastruktur jalan, kawasan pemukiman di daerah perbukitan, serta area tambang guna meminimalkan risiko tanah longsor akibat beban beban gravitasi, presipitasi air hujan, atau getaran seismik.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPemerintah daerah memasang konstruksi perkuatan lereng di sepanjang jalan tebing yang rawan longsor.โ
โPemerintah daerah memasang konstruksi perkuatan lereng di sepanjang jalan tebing yang rawan longsor.
โTeknik soil nailing dipilih sebagai solusi perkuatan lereng karena lebih efisien untuk lahan yang terbatas.โ
โTeknik soil nailing dipilih sebagai solusi perkuatan lereng karena lebih efisien untuk lahan yang terbatas.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan prapadanan baku dalam keilmuan teknik sipil Indonesia untuk istilah asing 'slope reinforcement' atau 'slope stabilization'. Penggunaannya menjadi sangat intensif seiring masifnya pembangunan infrastruktur di daerah bertopografi miring dan perbukitan di Indonesia.