persepsi ekstrasensori
/pɛr.sɛp.si ɛk.stra.sɛn.so.ri/
🇮🇩Bahasa IndonesiaPsikologiParapsikologiIstilah Ilmiah
Ringkasan Makna
Kemampuan untuk memperoleh informasi melalui sarana selain dari indra manusia yang dikenal, seperti telepati atau clairvoyance.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Persepsi ekstrasensori (biasa disingkat ESP) adalah istilah yang digunakan dalam parapsikologi untuk merujuk pada bentuk penerimaan informasi yang tidak melibatkan panca indra fisik yang dikenal (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, dan perabaan). Fenomena ini mencakup berbagai kemampuan hipotesis seperti telepati (membaca pikiran), clairvoyance (melihat kejadian masa depan atau yang tersembunyi), dan prekognisi. Hingga saat ini, komunitas ilmiah arus utama menganggap ESP sebagai pseudosains karena kurangnya bukti empiris yang dapat direplikasi secara ilmiah.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Some parapsychologists dedicate their careers to studying extrasensory perception.”
→Beberapa parapsikolog mendedikasikan karier mereka untuk mempelajari persepsi ekstrasensori.
“Klaim tentang kemampuan persepsi ekstrasensori sering kali diuji dalam kondisi laboratorium yang ketat.”
→Claims about extrasensory perception abilities are often tested under strict laboratory conditions.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Inggris "extrasensory perception", gabungan dari "extra-" (di luar) dan "sensory perception" (persepsi indrawi). Istilah ini mulai populer pada awal abad ke-20 melalui penelitian psikolog J.B. Rhine di Duke University.