perspektivisme
/pɛrspɛktɪvɪsmə/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFilsafatEpistemologiSastraNetral
Ringkasan Makna
Pandangan filosofis bahwa semua ide dan penilaian dipengaruhi oleh sudut pandang atau perspektif seseorang.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Perspektivisme adalah konsep filosofis yang menyatakan bahwa pengetahuan dan kebenaran bukanlah sesuatu yang absolut, melainkan selalu dibingkai oleh sudut pandang, keyakinan, nilai, atau latar belakang budaya dari pengamat. Gagasan ini menolak objektivitas mutlak dan sering dikaitkan dengan pemikir seperti Friedrich Nietzsche.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Nietzsche's philosophy of perspectivism argues that there are no facts, only interpretations.”
→Filsafat perspektivisme Nietzsche berargumen bahwa tidak ada fakta, yang ada hanyalah interpretasi.
“Pendekatan sastra tersebut menerapkan perspektivisme untuk memperlihatkan konflik dari berbagai sudut pandang tokoh.”
→Pendekatan sastra tersebut menerapkan perspektivisme untuk memperlihatkan konflik dari berbagai sudut pandang tokoh.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berakar dari kata dalam bahasa Latin 'perspectivus' dan dipopulerkan dalam filsafat modern oleh Friedrich Nietzsche, yang kemudian banyak memengaruhi aliran posmodernisme.