planet kerdil
/ˈpla.nɛt ˈkɛr.dɪl/
🇮🇩Bahasa IndonesiaAstronomiSainsIstilah TeknisNetral
Ringkasan Makna
Benda langit yang mengorbit matahari, berukuran cukup besar untuk membentuk gravitasi sendiri tetapi tidak cukup dominan untuk membersihkan orbitnya dari benda lain.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Planet kerdil adalah istilah yang didefinisikan oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada tahun 2006 untuk menggolongkan benda-benda langit di Tata Surya. Kriteria utamanya meliputi: mengorbit matahari, memiliki massa yang cukup untuk gravitasi diri mereka sendiri sehingga mengatasi kekuatan benda tegar (bentuk nyaris bulat), belum membersihkan daerah di sekitar orbitnya, dan bukan merupakan satelit alami. Contoh paling terkenal dari planet kerdil adalah Pluto, Eris, Haumea, Makemake, dan Ceres.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Pluto was reclassified from a planet to a dwarf planet in 2006.”
→Pluto diklasifikasikan ulang dari sebuah planet menjadi sebuah planet kerdil pada tahun 2006.
“Ceres is the largest dwarf planet located in the asteroid belt.”
→Ceres adalah planet kerdil terbesar yang terletak di sabuk asteroid.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini diciptakan dan diadopsi secara resmi oleh Persatuan Astronomi Internasional (IAU) pada sidang umum Agustus 2006, menyusul perdebatan panjang mengenai status Pluto setelah penemuan benda-benda trans-Neptunus yang ukurannya menyaingi Pluto.