politik polarisasi
/poหli.tik po.la.riหsa.si/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPolitikSosiologiBaku
Ringkasan Makna
Politik polarisasi adalah strategi atau kondisi di mana masyarakat terpecah ke dalam dua kubu atau kelompok yang saling bertentangan secara tajam berdasarkan ideologi, identitas, atau pilihan politik.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Politik polarisasi merujuk pada proses pemecahan opini publik, kelompok sosial, atau pemilih ke dalam kutub-kutub yang ekstrem dan saling berlawanan. Dalam praktiknya, dinamika ini sering kali diperparah oleh retorika 'kami versus mereka' yang menghilangkan ruang kompromi atau moderasi di tengah. Fenomena ini kerap muncul menjelang atau selama pemilihan umum, di mana isu-isu identitas, agama, suku, atau afiliasi politik dimanfaatkan untuk mengonsolidasikan dukungan basis massa sembari memperlebar jarak dengan kubu lawan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPolitik polarisasi yang terjadi selama pemilu berdampak buruk pada kohesi sosial di tengah masyarakat.โ
โPolarization politics that occurred during the election had a negative impact on social cohesion within society.
โPara pemimpin diharapkan dapat meredam politik polarisasi demi menjaga persatuan bangsa.โ
โLeaders are expected to curb polarization politics in order to maintain national unity.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan gabungan dari kata 'politik' dan 'polarisasi' (dari bahasa Inggris 'polarization', berakar dari kata 'kutub'). Istilah ini semakin sering digunakan dalam diskursus sosiopolitik modern di Indonesia terutama pasca pemilihan umum serentak yang melibatkan kompetisi ketat antarkubu, yang menunjukkan penetrasi media sosial dan disinformasi dalam mempercepat pembagian kelompok masyarakat secara ekstrem.