positivisme
/po.zi.ti.vis.mə/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFilsafatSainsSosiologiNetral
Ringkasan Makna
Aliran filsafat yang menyatakan bahwa pengetahuan yang sah hanya didasarkan pada pengalaman empiris dan metode ilmiah.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Positivisme adalah pandangan filosofis yang dikembangkan oleh Auguste Comte pada abad ke-19. Aliran ini menolak metafisika dan spekulasi teologis, serta meyakini bahwa kemajuan masyarakat dan pengetahuan manusia hanya dapat dicapai melalui pengamatan empiris, eksperimen, dan pembuktian fakta yang nyata secara objektif.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Positivism places a strong emphasis on quantitative data and measurable evidence.”
→Positivisme memberikan penekanan yang kuat pada data kuantitatif dan bukti yang dapat diukur.
“Pendekatan positivisme dalam ilmu sosial sering kali menuntut objektivitas yang ketat.”
→The positivist approach in social sciences often demands strict objectivity.
Asal-usul & Konteks Budaya
Dicetuskan oleh Auguste Comte di Prancis pada abad ke-19 sebagai respons terhadap Aufklärung (Pencerahan) untuk mereorganisasi masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip sains.