proletariat
/pro.le.ta.ri.at/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiasosiologiekonomipolitikNetral
Ringkasan Makna
Kelas sosial dalam masyarakat yang terdiri dari kaum buruh atau pekerja yang tidak memiliki alat produksi dan harus menjual tenaga kerja mereka untuk bertahan hidup.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam teori sosiologi dan Marxisme, proletariat merujuk pada kelompok sosial kelas pekerja yang tidak memiliki kepemilikan atas alat-alat produksi (seperti pabrik, tanah, atau mesin) dan bergantung pada upah harian atau bulanan dengan menjual tenaga fisik maupun mental kepada pemilik modal (borjuis).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โThe rise of industrial capitalism led to the rapid growth of the urban proletariat.โ
โKebangkitan kapitalisme industri menyebabkan pertumbuhan pesat kaum proletariat perkotaan.
โMarxist theory emphasizes the historical role of the proletariat in social revolution.โ
โTeori Marxis menekankan peran historis kaum proletariat dalam revolusi sosial.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Latin 'proletarius' yang merujuk pada warga kelas terendah di Romawi kuno yang hanya menyumbangkan keturunan (proles) bagi negara. Istilah ini kemudian dipopulerkan kembali oleh Karl Marx dan Friedrich Engels pada abad ke-19 dalam konteks ekonomi politik modern.