riya
/ri.ja/
🇮🇩Bahasa IndonesiaAgama IslamPerilakuPsikologiNetral
Ringkasan Makna
Sifat atau perbuatan memamerkan amal ibadah atau kebaikan kepada orang lain dengan tujuan agar mendapat pujian, sanjungan, atau pengakuan.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Riya adalah istilah dalam ajaran Islam yang merujuk pada tindakan memperlihatkan suatu amal kebaikan—seperti shalat, sedekah, atau ibadah lainnya—bukan karena Allah SWT, melainkan agar dilihat, didengar, atau dipuji oleh manusia. Perbuatan ini termasuk dalam kategori penyakit hati dan digolongkan sebagai syirik kecil (syirik khafi) karena mencampurkan niat ikhlas beribadah kepada Allah dengan keinginan mendapatkan pujian makhluk.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Ia sengaja memperbanyak sedekah di hadapan banyak orang agar dipuji sebagai orang yang dermawan, padahal dikhawatirkan hal itu termasuk riya.”
→Ia sengaja memperbanyak sedekah di hadapan banyak orang agar dipuji sebagai orang yang dermawan, padahal dikhawatirkan hal itu termasuk riya.
“Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya untuk menjauhi sifat riya karena dapat menghapus pahala amal kebaikan.”
→Nabi Muhammad SAW mengingatkan umatnya untuk menjauhi sifat riya karena dapat menghapus pahala amal kebaikan.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Arab (رِياء) yang secara etimologi berarti memperlihatkan atau mempertontonkan. Dalam tradisi Islam, istilah ini sangat dijaga untuk membersihkan niat (tazkiyatun nafs) agar setiap amal ibadah bernilai di sisi Tuhan.