riyadlah
/riːˈjɑːdlɑː/
🇸🇦Bahasa ArabAgamaTasawufIslamNetral
Ringkasan Makna
Latihan batin, pengendalian diri, dan penyucian jiwa melalui ibadah, puasa, serta dzikir dalam tradisi Islam.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Riyadlah berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti melatih atau menjinakkan (seperti melatih kuda liar). Dalam konteks tasawuf dan spiritualitas Islam, riyadlah merujuk pada upaya sungguh-sungguh untuk melatih jiwa, menundukkan hawa nafsu, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai bentuk ibadah berat seperti memperbanyak shalat malam, berpuasa sunnah, mengurangi tidur, dan menjaga lisan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Kiai itu menganjurkan para santrinya untuk memperbanyak riyadlah selama bulan Ramadan.”
→Kiai itu menganjurkan para santrinya untuk memperbanyak latihan spiritual selama bulan Ramadan.
“Riyadlah batin yang konsisten dapat menenangkan jiwa seseorang dari kegelisahan duniawi.”
→Latihan batin yang konsisten dapat menenangkan jiwa seseorang dari kegelisahan duniawi.
Asal-usul & Konteks Budaya
Kata ini diserap dari bahasa Arab (رياضة) yang akar katanya berkaitan dengan olahraga atau latihan fisik, namun mengalami pergeseran makna khusus dalam tradisi sufisme atau pesantren di Nusantara menjadi latihan kerohanian.