ruthob
/ˈruθob/
🇸🇦Bahasa Arabagamakulineristilah arabNetral
Ringkasan Makna
Kurma segar yang berada pada tingkat kematangan setengah matang, memiliki tekstur lembut, dan berair.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'ruthob' (رطب) berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti basah atau lembap. Dalam konteks botani dan kuliner Timur Tengah, ruthob merujuk pada buah kurma yang baru dipetik saat berada dalam fase kematangan setengah matang (setelah fase tamar/kurma kering dan sebelum fase balah/kurma muda keras). Pada tahap ini, kurma memiliki kandungan air yang tinggi, rasa yang sangat manis, tekstur yang lembut, dan biasanya harus disimpan di dalam lemari es agar tidak cepat membusuk.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“يُفَضِّلُ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ تَنَاوُلَ الرُّطَبِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ.”
→Banyak orang lebih suka mengonsumsi kurma ruthob pada bulan Ramadan.
“الرُّطَبُ غَنِيٌّ بِالْفِتَامِينَاتِ وَيَحْتَاجُ إِلَى تَخْزِينٍ بَارِدٍ.”
→Kurma ruthob kaya akan vitamin dan membutuhkan penyimpanan dingin.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini sangat lekat dengan tradisi Islam, di mana buah ruthob disunnahkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa berdasarkan beberapa riwayat hadis. Dalam surah Maryam ayat 25, Allah SWT juga memerintahkan Maryam untuk menggoyangkan pangkal pohon kurma agar buah ruthob yang segar berjatuhan untuknya.