schwachsinnig
/ˈʃvaxˌzɪnɪç/
🇩🇪Bahasa JermanPsikologiKedokteranBahasa JermanPaliatifNetral
Ringkasan Makna
Istilah historis dalam bahasa Jerman yang berarti lemah akal, dungu, atau mengalami keterbelakangan mental.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'schwachsinnig' secara harfiah berarti 'lemah akal' (dari 'schwach' = lemah, dan 'Sinn' atau 'Verstand' = akal/pikiran). Dalam konteks historis kedokteran dan psikiatri berbahasa Jerman pada abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, istilah ini digunakan secara resmi untuk mendiagnosis individu dengan disabilitas intelektual atau keterbelakangan mental. Seiring waktu, istilah ini mengalami peyorasi (penurunan makna) dan kini dianggap sebagai kata hinaan atau ujaran kebencian (Ableismus) yang sangat menyinggung. Dalam penggunaan klinis modern, istilah ini telah sepenuhnya ditinggalkan dan digantikan oleh istilah yang lebih manusiawi seperti 'geistig behindert' (disabilitas intelektual).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Der Begriff 'schwachsinnig' wird heute in der Medizin nicht mehr verwendet.”
→Istilah 'schwachsinnig' tidak lagi digunakan dalam dunia kedokteran saat ini.
“Früher wurden Menschen mit Lernschwierigkeiten oft als schwachsinnig abgestempelt.”
→Dulu, orang-orang dengan kesulitan belajar sering kali dicap sebagai orang yang dungu.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari bahasa Jerman modern awal sebagai penggabungan kata sifat dan benda. Penggunaannya sangat dibatasi dalam konteks hukum dan sosial modern karena sejarah kelamnya yang terkait dengan program eugenika dan diskriminasi era Nazi terhadap penyandang disabilitas.