stoisisme
/stɔ.iˈsis.mə/
🇮🇩Bahasa IndonesiafilsafatpsikologietikaNetral
Ringkasan Makna
Mazhab filsafat kuno yang mengajarkan pentingnya ketenangan batin, pengendalian emosi, dan penerimaan terhadap hal-hal di luar kendali diri.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Stoisisme adalah aliran filsafat Helenistik yang didirikan oleh Zeno dari Citium di Athena pada awal abad ke-3 SM. Inti ajaran ini adalah bahwa kebajikan adalah satu-satunya kebaikan, dan manusia harus hidup selaras dengan alam serta nalar. Pengikut stoisisme (stoik) dilatih untuk membedakan antara apa yang dapat mereka kendalikan (pikiran, tindakan, dan niat sendiri) dan apa yang tidak dapat dikendalikan (kejadian eksternal, opini orang lain, masa lalu). Dengan fokus pada hal yang bisa dikendalikan dan menerima dengan lapang dada hal yang tidak bisa dikendalikan, seseorang dapat mencapai kebebasan mental dan ketenangan emosional (ataraxia).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Practicing stoicism helps him remain calm during difficult financial crises.”
→Mempraktikkan stoisisme membantunya tetap tenang selama krisis keuangan yang sulit.
“Stoisisme mengajarkan kita untuk melepaskan kekhawatiran atas hal-hal yang tidak bisa kita ubah.”
→Stoicism teaches us to let go of worries over things we cannot change.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kata Yunani 'stoa', yang merujuk pada serambi bertiang (Stoa Poikile) di Athena tempat Zeno pertama kali mengajar filsafatnya kepada publik.