tanah organik
/ta.nah or.ga.nik/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaPertanianGeologiLingkungan
Ringkasan Makna
Tanah yang mengandung kadar bahan organik tinggi, biasanya berasal dari sisa-sisa tumbuhan atau hewan yang telah terurai.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Tanah organik adalah jenis tanah yang memiliki kandungan bahan organik (seperti humus, sisa tanaman, atau materi biologis lainnya) dalam jumlah signifikan, biasanya lebih dari 20-30% berat kering. Tanah ini umumnya memiliki kemampuan menahan air yang tinggi dan bersifat subur, namun sering kali memiliki struktur yang lunak dan drainase yang buruk jika tidak dikelola dengan benar.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โTanah organik sangat baik digunakan sebagai media tanam untuk sayuran di pekarangan rumah.โ
โOrganic soil is very good to be used as a planting medium for vegetables in the home yard.
โKandungan nutrisi pada tanah organik membantu pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.โ
โThe nutrient content in organic soil helps plant growth become more optimal.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini berasal dari kombinasi kata 'tanah' (media tanam) dan 'organik' (berkaitan dengan organisme hidup), yang dalam ilmu tanah (pedologi) merujuk pada klasifikasi tanah berdasarkan komposisi material penyusunnya.