teater tradisional
/teˈater tra.diˈsi.o.nal/
🇮🇩Bahasa IndonesiaSeniBudayaDramaPementasanNetral
Ringkasan Makna
Bentuk pementasan drama atau seni pertunjukan yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat suatu daerah secara turun-temurun.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Teater tradisional adalah jenis pertunjukan seni peran yang bersumber dan berakar dari tradisi masyarakat lokal, diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, dan biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara adat, perayaan rakyat, atau hiburan komunal. Bentuk ini umumnya bercirikan improvisasi pemain, tidak menggunakan naskah tertulis yang kaku, melibatkan musik pengiring khas daerah, serta sarat dengan nilai-nilai moral dan filosofis lokal. Contohnya meliputi lenong, ludruk, ketoprak, dan wayang orang.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Pertunjukan teater tradisional seperti ludruk kini mulai jarang ditemui di perkotaan besar.”
→Pertunjukan teater tradisional seperti ludruk kini mulai jarang ditemui di perkotaan besar.
“Para seniman muda berusaha melestarikan teater tradisional agar tidak punah ditelan zaman.”
→Para seniman muda berusaha melestarikan teater tradisional agar tidak punah ditelan zaman.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini merupakan gabungan kata 'teater' (dari bahasa Yunani 'theatron') dan 'tradisional' (berkaitan dengan tradisi), yang merujuk pada kekayaan seni pertunjukan rakyat nusantara yang lahir dari kebudayaan etnis lokal di Indonesia.