tertagihkan
/tษr.ta.gih.kan/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaAkuntansiKeuanganEkonomiHukumNetral
Ringkasan Makna
Dapat atau layak untuk ditagih, umumnya merujuk pada utang, piutang, atau kewajiban pembayaran.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah 'tertagihkan' digunakan dalam konteks keuangan, akuntansi, dan bisnis untuk menyatakan bahwa suatu kewajiban pembayaran, tagihan, atau piutang memenuhi syarat dan kondisi untuk ditagih kepada pihak yang berutang. Sifat tertagihkan juga sering dikaitkan dengan tingkat kepastian pelunasan, di mana piutang yang tertagihkan memiliki kemungkinan yang tinggi untuk dapat dicairkan atau dibayarkan.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โPerusahaan harus memisahkan piutang yang tidak tertagihkan dari laporan keuangan tahunan.โ
โPerusahaan harus memisahkan piutang yang tidak tertagihkan dari laporan keuangan tahunan.
โSebagian besar faktur penjualan bulan ini sudah tertagihkan sebelum jatuh tempo.โ
โSebagian besar faktur penjualan bulan ini sudah tertagihkan sebelum jatuh tempo.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kata dasar 'tagih' dengan imbuhan gabungan 'te(r)-...-kan' yang menunjukkan kondisi pasif yang dapat dikenai tindakan atau memiliki potensi untuk dilakukan.