tidak memiliki makna
/ˈtɪ.dak mɛ.mi.ˈli.ki ˈmak.na/
🇮🇩Bahasa IndonesiaFrasaBakuSemantik
Ringkasan Makna
Ungkapan yang menyatakan bahwa sesuatu (kata, tindakan, atau objek) kosong arti, tidak mengandung arti penting, atau tidak memiliki signifikansi apa pun.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Frasa 'tidak memiliki makna' digunakan dalam berbagai bidang, seperti linguistik, filsafat, dan komunikasi, untuk merujuk pada entitas, ujaran, atau lambang yang gagal menyampaikan informasi, pesan, atau arti yang dapat dipahami. Dalam konteks semantik, suatu kalimat atau kata dikatakan tidak memiliki makna jika susunannya melanggar aturan logika kebahasaan atau merujuk pada hal yang fiktif secara mutlak tanpa dasar acuan. Dalam percakapan sehari-hari, frasa ini juga sering dipakai secara metaforis untuk menyatakan bahwa suatu peristiwa atau usaha dirasa sia-sia.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“Pernyataan yang dibuat oleh terdakwa terbukti tidak memiliki makna hukum yang sah.”
→Pernyataan yang dibuat oleh terdakwa terbukti tidak memiliki makna hukum yang sah.
“Tanpa konteks yang jelas, kalimat acak tersebut sama sekali tidak memiliki makna.”
→Tanpa konteks yang jelas, kalimat acak tersebut sama sekali tidak memiliki makna.
Asal-usul & Konteks Budaya
Merupakan frasa deskriptif standar dalam bahasa Indonesia yang terbentuk dari gabungan kata dasar 'tidak', 'memiliki', dan 'makna'. Tidak terikat pada budaya populer atau slang khusus, melainkan bagian dari tata bahasa dan kosakata formal.