tidak progresif
/ti.dak pro.gre.sif/
๐ฎ๐ฉBahasa IndonesiaBakuAdjektivaSosial-PolitikMedis
Ringkasan Makna
Sifat atau keadaan yang tidak mengalami kemajuan, perkembangan, atau peningkatan; stagnan atau cenderung mempertahankan kondisi yang ada.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Istilah 'tidak progresif' merujuk pada kondisi, pemikiran, atau sistem yang tidak bergerak maju, tidak berkembang, atau enggan menerima perubahan dan inovasi baru. Dalam konteks sosial-politik, istilah ini menggambarkan sikap konservatif atau stagnan yang menolak modernisasi. Dalam konteks medis, istilah ini memiliki konotasi positif, merujuk pada penyakit atau kondisi klinis yang stabil dan tidak memburuk seiring berjalannya waktu (non-progresif). Dalam konteks perpajakan, ini merujuk pada sistem tarif pajak yang tidak meningkat seiring dengan bertambahnya dasar pengenaan pajak (tarif tetap).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โKebijakan yang tidak progresif ini dinilai menghambat inovasi teknologi di dalam negeri.โ
โThis non-progressive policy is deemed to hinder technological innovation in the country.
โDokter menyatakan bahwa tumor yang diidap pasien bersifat tidak progresif dan jinak.โ
โThe doctor stated that the patient's tumor is non-progressive and benign.
Asal-usul & Konteks Budaya
Secara etimologis, istilah ini terbentuk dari kata penyangkalan 'tidak' dan kata serapan 'progresif' (dari bahasa Belanda 'progressief' atau bahasa Inggris 'progressive', yang berakar dari bahasa Latin 'progressus' yang berarti melangkah maju). Penggunaannya sangat bergantung pada bidangnya; dalam wacana publik sering kali bermakna negatif (kolot atau stagnan), sedangkan dalam dunia kedokteran justru bermakna positif karena menunjukkan kestabilan kondisi kesehatan pasien.