tingir
/ti.ลษชr/
๐ฎ๐ฉBahasa JawaBahasa JawaSastraKata SifatNetral
Ringkasan Makna
Keadaan minyak, santan, atau cairan yang dimasak hingga menghasilkan minyak dan ampas yang mengering (biyuku).
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Dalam khazanah bahasa Jawa, istilah "tingir" (atau "mentingir") merujuk pada proses atau hasil akhir pembuatan minyak kelapa tradisional (lengo klentik) di mana santan dimasak hingga airnya habis, menyisakan minyak jernih dan endapan protein kelapa yang berwarna kecokelatan (dikenal sebagai blondo atau biyuku). Kata ini juga sering digunakan secara kiasan untuk menggambarkan sesuatu yang menjadi sangat kering atau mengental karena panas.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
โSantan wau sampun tingir dados lengo klentik ingkang bening.โ
โSantan itu sudah matang dan berminyak menjadi minyak kelapa yang jernih.
โMblondo ingkang dipun masak ngantos tingir raosipun gurih sanget.โ
โBlondo yang dimasak sampai matang sempurna rasanya sangat gurih.
Asal-usul & Konteks Budaya
Berasal dari kosakata bahasa Jawa Kuno dan Madya yang berkaitan dengan proses pengolahan hasil bumi tradisional, khususnya pembuatan minyak kelapa secara mandiri di perdesaan.