قبض
/qabḍ/
🇸🇦Bahasa Arabbahasa ArabagamatasawufpsikologiNetral
Ringkasan Makna
Secara harfiah berarti menggenggam atau menahan; dalam tasawuf merujuk pada kondisi jiwa yang merasa sempit atau sedih.
Penjelasan & Konteks Penggunaan
Kata 'قبض' (qabḍ) berasal dari akar kata Arab yang berarti memegang, menggenggam, atau menarik. Dalam konteks tasawuf dan spiritualitas Islam, qabḍ adalah keadaan rohani (ḥāl) ketika hati seseorang merasakan kesempitan, kegelisahan, atau kesedihan yang datang tanpa sebab yang jelas dari luar, sering kali dipasangkan dengan lawannya, yakni 'basṭ' (lapang dada atau kelegaan).
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
“يَشْعُرُ السَّالِكُ بِحَالَةِ الْقَبْضِ قَبْلَ أَنْ يَتَسَكَّعَ قَلْبُهُ بِالْبَسْطِ.”
→Seorang pejalan spiritual merasakan kondisi sempit (qabḍ) sebelum hatinya dilapangkan kembali (basṭ).
“تَعَرَّفَ الصُّوفِيَّةُ مَعَانِيَ الْقَبْضِ وَالْبَسْطِ فِي السَّيْرِ إِلَى اللَّهِ.”
→Para sufi mengenali makna-makna kesempitan dan kelapangan dalam perjalanan menuju Allah.
Asal-usul & Konteks Budaya
Istilah ini sangat populer dalam literatur tasawuf klasik yang dipopulerkan oleh para ulama seperti Al-Qusyairi dan Al-Hujwiri untuk menggambarkan dinamika spiritual psikologis seorang hamba dalam hubungannya dengan Sang Pencipta.